Lomba dayung perahu untuk pertama kalinya digelar di kawasan tanggul Kelurahan Bonepute, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, Kamis, (13/8/2026) di tengah tingginya semarak kemerdekaan. Agenda perdana tersebut langsung menarik perhatian ribuan warga.
Bukan sekadar perlombaan, kegiatan tersebut berubah menjadi tontonan rakyat yang menghadirkan suasana meriah. Tepuk tangan, sorakan, dan gelak tawa ribuan warga pecah dari tepian tanggul.
Sebanyak 60 peserta dari berbagai kelompok usia mengikuti pertandingan dalam kelas open. Tidak ada pembagian kategori usia maupun kelas, sementara setiap pertandingan mempertemukan lima peserta untuk berlomba mencapai garis finis.
Untuk perlombaan tahun ini, panitia menetapkan enam posisi juara. Pemenang pertama memperoleh hadiah uang tunai Rp500 ribu, sementara hadiah lain juga disiapkan bagi peserta di posisi berikutnya.
Ketua Panitia Lomba Dayung, Ambo Ala, mengatakan kegiatan tersebut baru pertama kali dilaksanakan. Meski demikian, jumlah masyarakat yang datang menyaksikan perlombaan disebut cukup tinggi.
Sorak penonton semakin pecah ketika tingkah para peserta di atas perahu menghadirkan kejadian-kejadian spontan. Salah satu momen yang paling mengundang perhatian terjadi di tengah perlombaan, yaitu perahu yang ditumpangi Kepala KUA Larompong Selatan sempat terbalik. Meski begitu, situasi dapat ditangani dan tidak menimbulkan korban.
Perlengkapan keselamatan berupa life jacket telah disiapkan bagi peserta. Petugas kesehatan dan petugas perairan (Polairud) juga berada di sekitar lokasi untuk mengantisipasi kondisi darurat selama perlombaan.
Keramaian di sekitar tanggul turut dimanfaatkan sejumlah pedagang dan pelaku UMKM. Makanan, minuman, dan berbagai kebutuhan pengunjung dijajakan di sekitar lokasi sehingga aktivitas jual beli ikut meningkat seiring ramainya warga yang datang.
Lomba dayung ini juga membuka peluang pengembangan kegiatan olahraga air yang memanfaatkan karakter wilayah Kabupaten Luwu yang memiliki bentang pesisir cukup luas. Selain menjadi hiburan masyarakat, kegiatan serupa berpotensi menjadi ruang untuk memperkenalkan dan mengembangkan aktivitas olahraga yang dekat dengan kehidupan masyarakat pesisir.
Antusiasme pada penyelenggaraan perdana tersebut membuat lomba dayung direncanakan untuk dikembangkan menjadi agenda tahunan di Kecamatan Larompong Selatan.


