Sebanyak 27 siswa di SDN 22 Belopa, Kabupaten Luwu, harus mengikuti kegiatan belajar dengan duduk di lantai akibat keterbatasan meja dan kursi. Kondisi tersebut masih terlihat pada Jumat (21/8/2026) dan mulai dikeluhkan orang tua siswa.
Berdasarkan pantauan, para siswa saat ini menggunakan ruang perpustakaan untuk belajar. Mereka duduk melantai dan menggunakan meja yang tersedia untuk menulis karena belum memiliki fasilitas meja dan kursi yang memadai seperti rombongan belajar lainnya.
Kepala SDN 22 Belopa, Marlina, mengatakan sekolah memiliki enam rombongan belajar. Namun, meja dan kursi yang tersedia baru mampu memenuhi kebutuhan lima rombongan belajar setelah sejumlah perabot lama yang rusak diperbaiki.
“Sejak tahun lalu kami berupaya membenahi kursi dan meja lama sehingga lima rombongan belajar sudah bisa belajar menggunakan mobiler (furniture) yang layak. Namun masih ada satu rombongan belajar yang belum memiliki, yaitu kelas 3C,” ujarnya.
Keterbatasan fasilitas semakin terasa setelah SDN 22 Belopa menerima dua rombongan belajar baru pada tahun ajaran ini dengan total 56 siswa. Menurut Marlina, kondisi belajar tanpa meja dan kursi secara terus-menerus baru dialami kelas 3C tahun ini.
Pihak sekolah mengaku telah mengajukan proposal pengadaan mobiler kepada Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu sejak tahun lalu. Namun, hingga kini kebutuhan meja dan kursi untuk kelas 3C tersebut belum terpenuhi.
Kondisi itu turut dikeluhkan orang tua siswa. Mereka berharap fasilitas segera dilengkapi agar anak-anak dapat mengikuti pelajaran dengan lebih nyaman dan tidak terus belajar dengan duduk di lantai.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Luwu, Andi Palanggi, mengaku baru mengetahui persoalan tersebut. Pihak sekolah disebut akan dipanggil untuk memberikan penjelasan terkait kondisi fasilitas yang dialami siswa.
“Kami akan memanggil pihak sekolah dan segera menangani persoalan ini agar proses belajar mengajar dapat berjalan dengan baik,” katanya.
Kasus di SDN 22 Belopa tersebut menambah daftar persoalan sarana pendidikan di Kabupaten Luwu. Sebelumnya, kondisi serupa juga sempat terjadi di SDN Bonepute, di mana siswa harus belajar dengan keterbatasan fasilitas.
Masyarakat pun berharap Pemerintah Kabupaten Luwu memberikan perhatian lebih serius terhadap pemenuhan sarana dan prasarana pendidikan agar seluruh peserta didik dapat belajar dengan aman, nyaman, dan layak.


