Tawuran di Bua dan Walenrang Jadi Perhatian, Masyarakat Diajak Terlibat Cegah Konflik 

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read
Gambar di atas hanya ilustrasi.

Seorang pemuda asal Kabupaten Luwu ditemukan meninggal dunia di area kebun di Aksi tawuran kelompok remaja dan pemuda sempat terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu, khususnya di Kecamatan Bua dan Walenrang.

Bentrok antar kelompok tersebut disebut dipicu oleh kesalahpahaman dan saling provokasi yang berkembang melalui media sosial maupun pertemuan langsung di lapangan.

Situasi itu sempat menimbulkan keresahan masyarakat karena sejumlah pelaku disebut membawa senjata tajam dan senjata rakitan saat tawuran berlangsung.

Menanggapi kondisi tersebut, aparat kepolisian bersama sejumlah pihak mulai melakukan patroli, mediasi antar kelompok, serta pendekatan persuasif kepada keluarga dan tokoh masyarakat.

Kapolres Luwu, AKBP Adnan Pandibu mengatakan penanganan tawuran tidak hanya dilakukan melalui penegakan hukum, tetapi juga lewat pendekatan dialog dan pembinaan.

Menurutnya, keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, pemerintah desa, hingga organisasi kepemudaan dinilai penting untuk mencegah konflik kembali terjadi.

Ketua Karang Taruna Kabupaten Luwu, dr. Daud Mustaqim menilai pendekatan yang dilakukan lebih mengedepankan dialog sehingga situasi dapat mereda tanpa memicu ketegangan baru.

Selain patroli rutin, upaya edukasi kepada remaja juga dilakukan dengan melibatkan tokoh pemuda dan tokoh agama agar tidak mudah terprovokasi maupun terlibat pergaulan negatif.

Sementara itu, tokoh masyarakat H. Alimuddin Hasyam mengajak para orang tua untuk lebih mengawasi aktivitas anak-anak, terutama pada malam hari.

Ia menilai keterlibatan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk menjaga situasi keamanan dan mencegah tawuran kembali terjadi di wilayah Kabupaten Luwu.

Share This Article