Ratusan Petani Rumput Laut di Luwu Merugi Akibat Gelombang Tinggi 

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read

Cuaca buruk yang melanda wilayah pesisir Kabupaten Luwu dalam beberapa hari terakhir menyebabkan ratusan petani rumput laut di kawasan Seppong dan Paconne mengalami kerugian.

Gelombang tinggi dan cuaca ekstrem disebut merusak hamparan rumput laut yang sudah mendekati masa panen. Sebagian tanaman juga hanyut terbawa arus laut.

Salah seorang warga, Aldi Lasau Wiranto mengatakan banyak masyarakat pesisir kehilangan sumber penghidupan akibat kerusakan budidaya rumput laut tersebut.

Menurutnya, kerugian yang dialami petani diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah. Sejumlah fasilitas budidaya milik warga juga disebut ikut mengalami kerusakan.

Aldi berharap ada bantuan dan perhatian bagi masyarakat terdampak, terutama para petani rumput laut yang kehilangan hasil panennya akibat cuaca buruk.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Luwu, Moh. Arsal mengatakan pihaknya masih melakukan pendataan terkait kerusakan yang dialami nelayan maupun petani rumput laut.

Ia menyebut laporan kerusakan dari sejumlah wilayah pesisir masih terus dikumpulkan untuk mengetahui dampak keseluruhan pasca gelombang tinggi.

Di sisi lain, BPBD Kabupaten Luwu mengingatkan masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.

Berdasarkan prakiraan cuaca 16 hingga 18 Mei 2026, wilayah Sulawesi Selatan berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat yang dapat memicu banjir dan tanah longsor.

Masyarakat juga diimbau menghindari wilayah rawan bencana serta terus memantau perkembangan informasi cuaca demi mengantisipasi risiko yang lebih

Share This Article