Aktivitas balap liar masih dikeluhkan warga di Jalur 2 Belopa, Kabupaten Luwu. Aksi kebut-kebutan disebut kerap berlangsung pada malam hari, terutama saat akhir pekan, dan dinilai membahayakan pengguna jalan serta mengganggu masyarakat sekitar.
Seorang warga bernama Ayong mengatakan sejumlah pengendara kerap memacu sepeda motor dengan kecepatan tinggi dan saling berkejaran di jalan umum. Aktivitas tersebut paling ramai disebut terjadi pada malam Minggu.
“Kalau malam Minggu biasanya paling ramai. Mereka kejar-kejaran pakai motor,” ujar Ayong, Selasa (11/8/2026).
Berdasarkan informasi yang dihimpun, balap liar yang terjadi melibatkan puluhan peserta dari wilayah Kota Belopa dan sekitarnya. Mayoritas pelaku diketahui merupakan remaja, meski orang dewasa turut terlihat ikut serta dalam aktivitas tersebut.
Selain aksi kebut-kebutan, warga juga mengeluhkan pengendara yang tidak menggunakan helm serta sepeda motor dengan knalpot brong. Suara bising dan penggunaan jalan sebagai arena balapan dinilai mengganggu kenyamanan sekaligus meningkatkan risiko kecelakaan.
Menurut Ayong, aksi tersebut sebenarnya telah beberapa kali dibubarkan. Namun, balap liar disebut tetap kembali berlangsung setelah petugas meninggalkan lokasi.
Aksi balap liar di Belopa tersebut terakhir terlihat pada Sabtu malam (8/8/2026). Setelah menerima aduan masyarakat mengenai balap liar hingga dini hari, sejumlah remaja yang diduga terlibat diamankan untuk menjalani pembinaan.
Kendaraan yang digunakan turut diamankan sementara untuk diproses sesuai ketentuan lalu lintas. Kendaraan yang ditemukan melakukan pelanggaran juga disebut akan dikenai tilang.
Sebelum penindakan tersebut, patroli juga sempat dilakukan di sekitar Tribun Lapangan Andi Djemma, Kota Belopa. Sejumlah pengendara diberikan imbauan terkait bahaya balap liar dan pentingnya mematuhi aturan lalu lintas.
Meski pembubaran dan patroli telah dilakukan, warga tetap menilai pengawasan masih perlu dilakukan secara lebih konsisten. Pasalnya, aktivitas balap liar disebut hanya berhenti sementara dan kembali berlangsung ketika lokasi tidak lagi diawasi.
Warga berharap patroli diperkuat pada jam rawan, terutama malam akhir pekan hingga dini hari. Pengawasan terhadap penggunaan knalpot brong dan pengendara tanpa helm juga dinilai perlu ditingkatkan.
Balap liar di jalan umum tidak hanya berisiko bagi pengendaranya, tetapi juga dapat membahayakan masyarakat yang melintas. Pengawasan berkelanjutan menjadi perhatian warga agar Jalur 2 Belopa tidak terus digunakan sebagai lokasi kebut-kebutan.


