4 Kuliner Khas Luwu yang Patut Kamu Cicipi!

Great design seamlessly integrates with the user experience, making the interaction smooth and intuitive. It's not just about aesthetics; it's about functionality and usability, ensuring users can achieve their goals effortlessly.

Redaksi
2 Min Read

Kabupaten Luwu di Provinsi Sulawesi Selatan berada sekitar 300 kilometer di arah timur laut Kota Makassar. Selain dikenal dengan kekayaan alamnya, Luwu juga memiliki ragam kuliner khas yang unik dan menggugah selera.

Kuliner di Luwu bukan sekadar makanan, tetapi juga mencerminkan perjalanan panjang budaya, kearifan lokal, serta pemanfaatan hasil alam yang telah diwariskan secara turun-temurun. Perpaduan tradisi dan pengaruh luar menjadikan cita rasa khas Luwu begitu berbeda dan berkarakter.

Empat kuliner khas Luwu yang patut kamu coba

1. Kapurung

Kapurung merupakan salah satu hidangan paling ikonik dari Luwu. Makanan ini berbahan dasar sagu yang dibentuk menjadi bulatan kecil, kemudian disajikan dengan kuah sayur yang dipadukan dengan ikan atau daging.

Kapurung

Rasanya gurih dan segar, terutama dengan tambahan perasan jeruk nipis yang memberikan sensasi asam yang menyegarkan. Kapurung juga menjadi simbol budaya masyarakat Luwu yang sejak dahulu menjadikan sagu sebagai sumber pangan utama.

2. Pacco’

Pacco’ dikenal sebagai olahan ikan segar yang tidak dimasak, mirip dengan sashimi, namun dengan sentuhan khas lokal. Ikan segar dicampur dengan cuka dan cabai rawit yang diulek, menghasilkan cita rasa pedas dan segar.

Pacco

Proses pengolahan pacco’ masih mempertahankan cara tradisional, yakni menggunakan ulekan, bukan blender. Hidangan ini biasanya disantap bersama dange, yakni olahan sagu berbentuk pipih menyerupai roti kering.

3. Lawa’

Pacco’ dikenal sebagai olahan ikan segar yang tidak dimasak, mirip dengan sashimi, namun dengan sentuhan khas lokal. Ikan segar dicampur dengan cuka dan cabai rawit yang diulek, menghasilkan cita rasa pedas dan segar.

Lawa

Proses pengolahan pacco’ masih mempertahankan cara tradisional, yakni menggunakan ulekan, bukan blender. Hidangan ini biasanya disantap bersama dange, yakni olahan sagu berbentuk pipih menyerupai roti kering.

Share This Article