Luwu menjadi daerah penghasil rumput laut terbesar di Sulawesi Selatan. Berdasarkan data Sulawesi Selatan Dalam Angka 2025, produksi rumput laut Kabupaten Luwu pada tahun 2023 mencapai sekitar 632,9 ton.
Angka tersebut menempatkan Luwu di posisi teratas sebagai daerah penghasil rumput laut terbesar di provinsi Sulawesi Selatan, dengan data sebagai berikut:
- Luwu – 632.933 ton
- Takalar – 601.553 ton
- Wajo – 486.986 ton
- Bone – 416.364 ton
- Luwu Timur – 359.531 ton
Meski mencatat volume produksi terbesar, nilai ekonomi rumput laut Luwu tercatat sekitar Rp570 miliar saja. Nilai tersebut jauh di bawah Kabupaten Wajo yang mencapai sekitar Rp2,4 triliun dan Kabupaten Takalar sekitar Rp2,2 triliun.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa besarnya produksi belum tentu sejalan dengan tingginya nilai ekonomi yang diperoleh. Faktor seperti jenis rumput laut, kualitas produk, penanganan pascapanen, akses pasar, hingga keterhubungan dengan industri pengolahan turut memengaruhi nilai jual komoditas tersebut.
Saat ini, sebagian besar rumput laut diketahui masih dipasarkan dalam bentuk bahan baku. Padahal, komoditas tersebut dapat diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi tinggi, seperti karaginan, agar-agar, bahan kosmetik, farmasi, pupuk hayati, hingga berbagai produk pangan di tengah permintaan pasar terhadap rumput laut yang terus tinggi, baik untuk kebutuhan dalam negeri maupun ekspor.
Kondisi ini menunjukkan bahwa peluang pengembangan sektor rumput laut di Luwu masih sangat besar. Tidak hanya melalui peningkatan produksi, tetapi juga lewat penguatan hilirisasi dan pengolahan hasil panen agar memberikan nilai tambah yang lebih tinggi bagi petani.
Dengan produksi yang menjadi yang terbesar di Sulawesi Selatan, pengembangan industri pengolahan rumput laut dinilai dapat menjadi peluang untuk meningkatkan pendapatan petani sekaligus memperkuat ekonomi pesisir di Kabupaten Luwu.
Apabila strategi pengolahan rumput laut di Luwu dikembangkan dengan baik, dampaknya tidak hanya peningkatan penghidupan masyarakat pesisir, tetapi juga dapat membuka lapangan kerja baru dan mendongkrak pendapatan daerah.
– data sulawesi dlm angka 2025


