10 Siswa di Luwu Diduga Ditempeleng Guru, Saksi Menyebut Ada yang Alami Luka di Mata hingga Hidung

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read

Dugaan tindakan kekerasan terhadap sejumlah siswa terjadi saat pelaksanaan lomba gerak jalan tingkat Kecamatan Belopa Utara, Kabupaten Luwu, Rabu (12/8/2026). Sekitar 10 siswa disebut mendapat tempelengan dari seorang guru MTsN 1 Luwu berinisial HD saat sedang menyaksikan perlombaan.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, kejadian diduga bermula dari kesalahpahaman antara guru dan sejumlah siswa. Situasi kemudian memanas hingga HD diduga melakukan tindakan fisik dengan menempeleng beberapa siswa pada bagian wajah.

Salah seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan mengaku menyaksikan kejadian mengatakan dirinya tidak mengetahui secara pasti persoalan yang memicu peristiwa tersebut.

“Saya tidak tahu persis apa masalahnya hingga tiba-tiba beliau emosi dan menempeleng beberapa siswa saat sedang menonton lomba gerak jalan,” ujarnya.

Menurut keterangan saksi, sekitar 10 siswa diduga terkena tempelengan. Sejumlah siswa juga disebut mengalami luka setelah kejadian tersebut.

Salah seorang siswa dikabarkan mengalami luka pada bagian mata. Sementara siswa lainnya disebut mengalami pendarahan pada hidung. Namun, jumlah pasti siswa yang mengalami luka maupun kondisi mereka masih perlu dikonfirmasi lebih lanjut.

Peristiwa tersebut terjadi di tengah kegiatan lomba gerak jalan yang diikuti pelajar dan disaksikan masyarakat. Dugaan tindakan fisik terhadap siswa itu kemudian menjadi perhatian warga di sekitar lokasi.

Kepala MTsN 1 Luwu membenarkan adanya kejadian tersebut. Namun, ia mengaku tidak menyaksikan langsung peristiwa karena saat itu berada di atas panggung.

“Iya (benar terjadi), tapi saya tidak tahu kejadiannya karena saya berada di panggung,” ujarnya melalui pesan singkat.

Pihak sekolah selanjutnya melakukan komunikasi dengan sejumlah pihak, termasuk orang tua siswa. Saat dikonfirmasi pada Kamis (13/08), Kepala MTsN 1 Luwu menyatakan telah melakukan pertemuan dengan siswa, orang tua, guru, dan unit perlindungan anak.

Pihaknya mengatakan penyelesaian dilakukan dengan damai, tetapi penandatanganan surat kesepakatan baru akan dilaksanakan pada Selasa (18/8).

Share This Article