Harga ayam broiler di Kabupaten Luwu mengalami penurunan drastis dalam sepekan terakhir. Kondisi tersebut dikeluhkan peternak dan pelaku usaha karena dinilai menyebabkan kerugian besar dan mengancam keberlangsungan usaha mereka.
Salah seorang pengusaha ayam broiler, Ros, mengatakan harga jual ayam hidup yang sebelumnya berada di kisaran Rp25 ribu per kilogram kini turun menjadi sekitar Rp16 ribu per kilogram.
“Sebelum Iduladha kami memperkirakan harga akan naik, ternyata hanya sekitar Rp18 ribu per kilogram. Dalam satu minggu terakhir justru turun lebih jauh,” ujarnya, Senin (22/6/2026).
Menurut Ros, penurunan harga tersebut membuat pelaku usaha kesulitan menutupi biaya operasional yang tetap harus dikeluarkan, mulai dari gaji karyawan, listrik, hingga kebutuhan produksi lainnya.
Keluhan serupa disampaikan pengusaha ayam broiler lainnya, Anto. Ia menyebut harga ayam saat ini berkisar Rp17 ribu per kilogram, bahkan di beberapa lokasi telah menyentuh Rp15 ribu per kilogram.
Padahal, menurutnya, harga ayam seharusnya berada di atas Rp19 ribu per kilogram agar peternak tidak mengalami kerugian jika mengacu pada Harga Pokok Produksi (HPP).
“Dengan harga saat ini, peternak lokal maupun peternak mandiri sangat dirugikan,” katanya.
Anto mengaku telah mengalami kerugian hingga sekitar Rp215 juta akibat anjloknya harga jual ayam dalam beberapa waktu terakhir.
Ia menilai pemerintah daerah perlu mengambil langkah untuk menjaga stabilitas harga di tingkat peternak. Menurutnya, persaingan harga yang tidak terkendali berpotensi membuat harga terus merosot.
“Kalau tidak segera ditangani, harga bisa turun lebih jauh lagi,” ujarnya.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Luwu, Islamuddin, mengatakan pemerintah perlu terlebih dahulu mengidentifikasi penyebab utama turunnya harga sebelum menentukan langkah penanganan.
Menurutnya, faktor pasokan maupun tingkat kebutuhan masyarakat perlu dianalisis agar kebijakan yang diambil dapat tepat sasaran.
Hingga saat ini, para peternak berharap adanya langkah konkret untuk menjaga stabilitas harga dan melindungi usaha peternakan lokal yang tengah menghadapi tekanan akibat anjloknya harga jual ayam.


