Kawasan Hutan Konservasi Simoma Tak Jadi Dibangun Sekolah, Pembangunan Dialihkan

suaraluwu@gmail.com
1 Min Read
Rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di kawasan Hutan Simoma, Kabupaten Luwu, diputuskan untuk dipindahkan ke lokasi lain setelah dibahas dalam rapat koordinasi di Rumah Jabatan Bupati Luwu

Rencana pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di kawasan Hutan Simoma, Kabupaten Luwu, diputuskan untuk dipindahkan ke lokasi lain setelah dibahas dalam rapat koordinasi di Rumah Jabatan Bupati Luwu, Rabu (13/5/2026).

Rapat tersebut dihadiri sejumlah unsur Forkopimda, kepala OPD, serta pihak terkait lainnya. Pembahasan difokuskan pada kesiapan pembangunan sekolah, termasuk persoalan lahan, perizinan, hingga pengamanan kawasan.

Dalam proses pembahasan, sejumlah pihak menyampaikan masukan terkait pentingnya mempertahankan kawasan Hutan Simoma sebagai area konservasi dan penyangga ekosistem.

Kawasan tersebut juga dinilai memiliki fungsi sebagai hutan penelitian dan pendidikan sehingga dinilai perlu tetap dijaga kelestariannya.

Bupati Luwu, H Patahudding menyebut kawasan Hutan Simoma sebaiknya tidak dialihfungsikan untuk pembangunan agar fungsi lingkungan di wilayah tersebut tetap terjaga.

Ia juga menyinggung pentingnya pengawasan kawasan hutan agar tidak terjadi lagi penyerobotan lahan maupun aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan.

Sebagai alternatif, muncul usulan lokasi baru untuk pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi di wilayah Ulo-Ulo, Belopa. Lokasi tersebut dinilai lebih memungkinkan karena berada di luar kawasan hutan konservasi.

Usulan pemindahan lokasi itu selanjutnya akan menjadi bahan pembahasan lanjutan dalam penentuan lokasi pembangunan sekolah ke depan.

Share This Article