Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading digelar di Kabupaten Luwu selama tiga hari, mulai 7 hingga 9 Agustus 2026. Berbagai perlombaan hingga seminar budaya disiapkan untuk melibatkan pelajar, masyarakat, seniman, dan pegiat budaya.
Kegiatan dipusatkan di pelataran Kantor Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu dengan mengusung tema “Menelusuri Jejak Sawerigading, Menyatukan Warisan Budaya Luwu.”
Sejumlah agenda akan digelar selama festival, mulai dari Lomba Tari Kreasi Nusantara, Lomba Pidato Bahasa Daerah, Carnaval Budaya, Sawerigading Awards, hingga Seminar Kebudayaan.
Para pemenang perlombaan akan mendapatkan hadiah berupa uang pembinaan, piala, dan sertifikat. Rangkaian festival juga bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Festival tersebut terlaksana melalui kolaborasi Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu bersama komunitas pemerhati dan penggiat budaya, dengan dukungan Program Indonesiana melalui pendanaan LPDP Kementerian Kebudayaan RI.
Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Luwu, Hendra, mengatakan keterlibatan komunitas menjadi bagian penting dalam pelaksanaan festival tersebut.
“Ini kegiatan kolaborasi dinas bersama adik-adik pemerhati dan penggiat budaya yang mendapat sedikit anggaran dari pusat (Indonesiana). Mereka datang ke kantor untuk dibantu dan difasilitasi,” ujarnya, Kamis (6/8/2026).
Menurut Hendra, pelaksanaan festival juga bertepatan dengan rangkaian peringatan Kemerdekaan RI pada Agustus. Ia mengaku di tempatnya sedang tidak ada anggaran, sehingga turut menyukseskan kegiatan tersebut melalui berkolaborasi.
Melalui rangkaian lomba, karnaval, penghargaan, hingga seminar, Festival Kebudayaan Bumi Sawerigading diharapkan menjadi ruang bagi masyarakat dan generasi muda untuk mengenal sekaligus terlibat dalam pelestarian budaya Luwu.


