Tawuran Pelajar Berulang di Walenrang, Live TikTok Provokatif Bikin Situasi Kembali Panas

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read
Screenshot

Tawuran yang melibatkan kelompok pelajar dan pemuda di Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, kembali menjadi perhatian setelah beberapa kali terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Situasi tersebut turut diwarnai dugaan provokasi melalui media sosial yang berpotensi kembali memicu konflik antarkelompok.

Pada Sabtu (12/9/2026), tiga remaja diamankan di Dusun Kande Api, Desa Baramamase, Kecamatan Walenrang. Salah satunya, PAU (18), diduga melakukan siaran langsung melalui TikTok dengan menyampaikan narasi bernada provokatif.

Siaran langsung tersebut diketahui setelah rekamannya beredar. Dalam rekaman itu, PAU disebut melontarkan pernyataan kepada salah seorang warganet yang masuk dalam siaran langsungnya.

Kapolsek Walenrang Abdul Azis mengatakan narasi tersebut dikhawatirkan memancing emosi dan kembali memicu konflik antara kelompok warga Desa Baramamase dan Desa Kalibamamase.

Konflik antara kedua desa sebelumnya pernah terjadi beberapa bulan lalu dan telah berakhir dengan kesepakatan damai. Karena itu, munculnya dugaan provokasi melalui media sosial dikhawatirkan kembali memanaskan situasi.

Ketiga remaja kemudian dibawa ke Polsek Walenrang untuk menjalani pemeriksaan. Polisi masih mendalami motif serta memastikan ada atau tidaknya unsur pelanggaran hukum dalam aktivitas mereka di media sosial.

Dua hari setelah pengamanan tersebut, persoalan tawuran yang melibatkan pelajar dan pemuda di Kecamatan Walenrang dibahas melalui mediasi di Kantor Camat Walenrang, Senin (14/9/2026).

Mediasi melibatkan pelajar dari SMK Negeri 3 Luwu, SMA Negeri 2 Luwu dan SMK Negeri 4 Luwu bersama orang tua masing-masing. Pertemuan tersebut dilakukan sebagai upaya menyelesaikan konflik secara damai dan mencegah tawuran kembali terjadi.

persoalan tersebut disebut perlu menjadi perhatian bersama agar pelajar tidak mudah terprovokasi dan menyelesaikan masalah dengan kekerasan.

Selain orang tua, sekolah dan pihak terkait didorong memperkuat pengawasan serta pembinaan terhadap pelajar. Penggunaan media sosial juga menjadi perhatian karena konten bernada provokatif dapat memperbesar konflik yang sebelumnya telah terjadi.

Mediasi menjadi salah satu langkah penyelesaian setelah tawuran pelajar dan pemuda berulang kali menjadi persoalan di wilayah Walenrang. Pencegahan selanjutnya membutuhkan pengawasan berkelanjutan agar konflik yang telah diselesaikan tidak kembali muncul, baik melalui pertemuan langsung maupun provokasi di media sosial.

Share This Article