Karhutla di Luwu Meluas Lebih dari 50 Hektare, Kebun Cengkeh hingga Hutan Produksi Terbakar 

Redaksi
2 Min Read

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu belum sepenuhnya padam. Luas lahan terdampak sementara diperkirakan telah melebihi 50 hektare, termasuk kawasan hutan produksi dan perkebunan milik masyarakat.

Salah satu kebakaran yang masih menjadi perhatian berada di Kecamatan Bua. Api disebut bermula dari kawasan kebun masyarakat di Desa Tiromanda, kemudian menjalar menuju Bukit Buntu Make hingga menyeberang ke wilayah Desa Bukit Harapan.

Kepala UPTD KPH Latimojong Kabupaten Luwu, Hasrul, mengatakan penanganan telah dilakukan selama tiga hari terakhir. Sejumlah titik sempat berhasil dipadamkan, tetapi bara yang masih tersimpan menyebabkan api kembali muncul, terutama pada malam hari.

“Kalau tim sudah tangani, apinya padam, tapi malamnya menyala lagi,” kata Hasrul, Selasa (1/9/2026).

Kawasan yang terbakar di Tiromanda merupakan hutan produksi dan berada di sekitar areal budidaya pertanian masyarakat. Kebakaran juga dilaporkan telah mengenai kebun cengkeh milik warga.

Kepala Dusun Kombong, Desa Tiromanda, Iding, mengatakan warga telah berupaya melakukan pemadaman menggunakan alat semprot sederhana. Namun, medan pegunungan yang sulit dijangkau kendaraan menjadi kendala dalam penanganan api.

“Api membakar kebun cengkeh milik warga. Jalurnya sulit dicapai kendaraan sehingga warga kesulitan melakukan pemadaman,” ujarnya.

Api dari kawasan Tiromanda juga sempat dilaporkan bergerak menuju desa tetangga yang jalurnya mengarah ke Kecamatan Bastem. Kondisi cuaca yang kering membuat bara dan titik api yang tersisa berpotensi kembali membesar apabila hujan belum turun.

Berdasarkan perkiraan sementara KPH Latimojong, luas kawasan terdampak telah mencapai lebih dari 50 hektare. Angka tersebut belum menjadi hasil pemetaan akhir karena penanganan dan pemantauan kebakaran masih berlangsung.

Karhutla tidak hanya terpantau di Tiromanda. Titik panas juga menjadi perhatian di Desa Kadong-Kadong, Desa Cimpu, Kelurahan Noling hingga Buntu Babang-Lumika, Desa Malenggang, serta Desa Bukit Harapan.

Pemantauan masih dilakukan di Noling setelah api kembali terlihat pada malam hari. Personel gabungan bersama masyarakat masih melakukan penanganan di sejumlah titik yang berpotensi kembali terbakar.

Sementara itu, penyebab kebakaran di Dusun Kombong, Desa Tiromanda, belum diketahui. Penyelidikan telah dilakukan sejak pengecekan lokasi pada Sabtu (29/8/2026), dan dua orang saksi telah dimintai keterangan.

Share This Article