SPBU Senga di Kecamatan Belopa, Kabupaten Luwu, terpantau beroperasi pada Senin (31/8/2026) pagi hingga petang. Penutupan terjadi bersamaan dengan beredarnya informasi rencana aksi terkait dugaan persoalan distribusi dan kelangkaan BBM di Kabupaten Luwu.
Berdasarkan pantauan di lokasi, SPBU tersebut sudah terlihat tutup sejak sekitar pukul 07.00 WITA hingga pukul 18.00 WITA. Tidak terlihat aktivitas pelayanan maupun antrean kendaraan yang biasanya memenuhi kawasan tersebut.
Kondisi Jalan Trans Sulawesi di sekitar SPBU juga relatif lengang. Truk dan minibus yang biasanya mengantre untuk mendapatkan BBM tidak terlihat hingga Senin petang.
Meski demikian, tidak ada massa maupun aksi penyegelan SPBU seperti informasi yang sebelumnya beredar di media sosial.
Isu tersebut bermula dari beredarnya poster yang mengatasnamakan Forum Gerakan Masyarakat Luwu Menggugat. Dalam seruan itu, aksi disebut akan berlangsung mulai 31 Agustus hingga 30 September 2026 dengan sejumlah lokasi sebagai titik kegiatan.
SPBU Belopa dan SPBU Seppong termasuk lokasi yang disebut dalam rencana tersebut. Titik lainnya meliputi Kantor Kejaksaan Negeri Luwu, Kantor Bupati, Polres Luwu, DPRD Luwu, Pertigaan Tugu Bajo-Cilallang, Lampu Merah Belopa, hingga perbatasan Siwa–Luwu.
Forum tersebut mempersoalkan dugaan kelangkaan dan distribusi BBM yang dinilai merugikan masyarakat. Mereka juga menyerukan penyegelan SPBU Belopa dan Seppong serta meminta pemeriksaan terhadap pengelola SPBU terkait persoalan BBM dan LPG.
Selain itu, forum menyoroti antrean kendaraan dan kemacetan yang kerap terjadi di sekitar SPBU. Mereka meminta distribusi BBM di Kabupaten Luwu diaudit dan dugaan pelanggaran yang ditemukan diproses sesuai ketentuan hukum.
Forum juga mengklaim adanya indikasi BBM yang dibawa keluar dari wilayah Luwu serta dugaan praktik bisnis ilegal. Namun, klaim tersebut belum disertai temuan resmi dalam sumber yang tersedia.
Di tengah beredarnya rencana aksi tersebut, pemantauan dilakukan di sekitar SPBU dan sejumlah lokasi yang disebut menjadi titik kegiatan.
Kasat Intelkam Polres Luwu, AKP Sumarre Usman, mengatakan hingga Senin pihaknya belum menerima surat pemberitahuan resmi terkait rencana unjuk rasa tersebut.
“Belum ada surat pemberitahuannya masuk di kantor,” ujarnya.
Hingga Senin petang, belum terlihat aksi maupun massa yang berkumpul di SPBU Senga Belopa. SPBU masih dalam kondisi tutup, sementara rencana aksi sebagaimana beredar di media sosial belum berlangsung di lokasi tersebut.


