Sebanyak 144 anak di Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu tercatat mengalami berbagai masalah pertumbuhan dan gizi. Kondisi tersebut menjadi perhatian karena berpotensi mempengaruhi tumbuh kembang anak apabila tidak segera ditangani.
Data tersebut dipaparkan dalam kegiatan Percepatan Pencegahan dan Penurunan Stunting di Puskesmas Bua, Kabupaten Luwu, Sabtu (4/7/2026).
Dari total 192 anak, 144 di antaranya atau sekitar 75 persen dilaporkan mengalami wasting maupun tinggi badan yang belum sesuai dengan usianya.
Stunting sendiri tidak hanya ditandai dengan tubuh yang pendek. Kondisi tersebut merupakan gangguan pertumbuhan akibat kekurangan gizi kronis yang berlangsung dalam waktu lama dan dapat diperparah oleh infeksi yang terjadi secara berulang.
Menurut Wakil Gubernur Sulawesi Selatan, Fatmawati Rusdi, anak yang sering mengalami infeksi serta mengonsumsi makanan dengan gizi yang tidak seimbang memiliki risiko lebih tinggi mengalami stunting.
“Anak yang sering mengalami infeksi, termasuk flu berulang, ditambah pola makan yang kurang bergizi dan terlalu banyak mengonsumsi makanan instan, berisiko mengalami stunting. Karena itu, pemenuhan gizi yang seimbang harus dimulai dari keluarga,” ujarnya.
Selain menjaga asupan gizi, orang tua juga diimbau rutin memantau pertumbuhan anak agar gangguan tumbuh kembang dapat dideteksi sejak dini. Edukasi mengenai pola asuh dan kesehatan anak juga dinilai penting untuk membantu mencegah terjadinya stunting.
Upaya pencegahan stunting diharapkan tidak hanya berfokus pada penanganan ketika anak mengalami gangguan pertumbuhan saja. Pencegahan juga perlu dilakukan melalui pemenuhan gizi seimbang, menjaga kesehatan anak agar terhindar dari infeksi berulang, serta pemantauan pertumbuhan secara berkala sejak usia dini.


