SPBUN Bonepute Mangkrak, Nelayan Mengaku Kesulitan Dapatkan Solar

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read

Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum Nelayan (SPBUN) Bonepute di Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu, hingga kini belum beroperasi optimal. Kondisi tersebut membuat nelayan dan petambak kesulitan mendapatkan solar untuk mendukung aktivitas usaha mereka.

SPBUN Bonepute merupakan fasilitas bantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) yang diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Luwu sejak 2013. Namun dalam beberapa tahun terakhir, hingga pantauan pada Juli 2026, fasilitas tersebut tidak beroperasi lantaran persoalan pengelolaan dan perizinan yang belum terselesaikan.

Akibatnya, nelayan harus mencari solar ke lokasi lain dengan ketersediaan yang terbatas. Dinas Perikanan Kabupaten Luwu sebelumnya menyebut keterlambatan penerbitan izin operasional menjadi salah satu kendala yang menyebabkan SPBUN belum dapat kembali beroperasi.

Sementara itu, Koperasi Tani Nelayan Sawerigading yang telah memperoleh rekomendasi dari KKP RI belum dapat mengelola fasilitas tersebut karena masih menunggu penyelesaian administrasi dan izin dari pihak terkait.

Seorang nelayan Bonepute, Rahman (45), mengatakan kondisi tersebut membuat biaya operasional melaut meningkat karena harus mencari solar ke tempat lain.

“Dulu kami bisa membeli solar khusus nelayan dengan lebih mudah. Sekarang harus mencari ke SPBU lain dan sering kali jumlahnya dibatasi. Biaya melaut jadi lebih besar,” ujarnya, Jumat (10/7/2026).

Keluhan serupa disampaikan Arman, seorang petambak di Larompong Selatan. Ia menyebut keterbatasan akses solar dapat mengganggu operasional tambak, khususnya penggunaan mesin pompa air.

“Kalau solar susah didapat, mesin pompa tambak juga terganggu. Dampaknya bisa ke produksi tambak dan penghasilan masyarakat,” katanya.

Tokoh masyarakat Bonepute, Syamsuddin, menilai keberadaan SPBUN sangat penting bagi aktivitas ekonomi masyarakat pesisir. Menurutnya, operasional SPBUN dapat membantu nelayan memperoleh BBM dengan lebih mudah tanpa menambah biaya tambahan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah dan pihak terkait segera melakukan langkah konkret untuk menyelesaikan persoalan pengelolaan serta perizinan SPBUN Bonepute. Dengan demikian, ketersediaan solar bersubsidi bagi nelayan di Larompong Selatan dapat kembali terpenuhi.

Share This Article