Hampir setahun sejak diresmikan pada September 2025, Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) Bonelemo di Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, masih beroperasi dari rumah warga yang disewa. Hingga kini, koperasi belum memiliki gerai permanen karena terkendala lahan yang dinilai memenuhi syarat pembangunan.
Ketua KDMP Bonelemo, Yudi, mengatakan jumlah anggota koperasi terus bertambah dari 47 menjadi 61 orang. Namun, pembangunan gerai belum dapat direalisasikan karena koperasi belum memiliki lahan strategis sesuai ketentuan pemerintah.
“Masalahnya sekarang kami belum punya lahan untuk pembangunan gerai. Kami masih menunggu petunjuk kementerian bagaimana solusi untuk desa yang tidak memiliki lahan strategis,” kata Yudi, Selasa (21/7/2026).
Menurutnya, pembangunan gerai membutuhkan lahan seluas sekitar 600 meter persegi. Meski desa memiliki sejumlah aset lahan, sebagian besar berada di kawasan pegunungan sehingga belum memenuhi kriteria lokasi yang mudah diakses masyarakat.
Akibatnya, aktivitas koperasi hingga kini masih dilakukan di bangunan sewaan yang difungsikan sebagai kantor sekaligus gudang penyimpanan. Kondisi tersebut membuat rencana pembangunan gerai belum dapat direalisasikan.
Di tengah keterbatasan tersebut, koperasi tetap menyalurkan beras SPHP kepada masyarakat. Beras yang diperoleh dari Bulog seharga Rp55 ribu per karung ukuran 5 kilogram dijual kembali Rp57 ribu. Selisih Rp2 ribu digunakan untuk biaya operasional.
Setiap pekan, pengurus biasanya mengambil sekitar dua ton beras. Namun, pasokan di Bulog Belopa disebut kerap kosong sehingga mereka harus mengambil stok ke Bulog Palopo yang berjarak sekitar 70 kilometer dari Desa Bonelemo.
Pelaksana Tugas Kepala Desa Bonelemo, Salma, membenarkan pemerintah desa masih mendukung operasional koperasi melalui penyewaan bangunan menggunakan dana desa. Biaya sewa bangunan tersebut mencapai Rp3,5 juta per tahun.
Pengurus berharap ada solusi bagi desa-desa yang terkendala penyediaan lahan strategis sehingga pembangunan gerai permanen dapat segera direalisasikan. Dengan begitu, operasional koperasi tidak lagi bergantung pada bangunan sewaan.


