Bisa Terbang Langsung Ke Jakarta! Pembebasan Lahan Runway Pengembangan Bandara Bua Berlanjut Untuk Perkuat Konektivitas Luwu

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read

Proses pembebasan lahan untuk pengembangan runway Bandara I Lagaligo Bua di Kabupaten Luwu kembali berlanjut. Sebanyak 50 pemilik lahan di Desa Pabbaresseng dan Desa Tanarigella, Kecamatan Bua, menerima uang ganti kerugian dengan total nilai sekitar Rp17,5 miliar pada akhir Juli 2026.

Pembayaran ganti rugi tersebut merupakan bagian dari lanjutan pengadaan tanah yang telah dimulai sejak 2022. Tahapan ini menjadi bagian dari persiapan perpanjangan landasan pacu Bandara Bua yang direncanakan untuk meningkatkan kapasitas layanan transportasi udara di Luwu Raya.

Berdasarkan data pengadaan lahan, Desa Pabbaresseng mencakup 59 bidang tanah seluas 9,66 hektare dengan nilai ganti rugi sekitar Rp15,57 miliar. Sementara di Desa Tanarigella, pengadaan meliputi 11 bidang seluas 1,50 hektare senilai sekitar Rp2,02 miliar.

Meski demikian, proses pengadaan lahan belum sepenuhnya selesai. Satu bidang tanah di Desa Pabbaresseng masih menunggu penetapan ahli waris, sedangkan satu bidang di Desa Tanarigella masih dalam proses karena pemiliknya belum menyepakati nilai ganti kerugian.

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman mengatakan setelah proses pembebasan lahan rampung, lahan tersebut akan diserahkan kepada Kementerian Perhubungan sebagai bagian dari rencana perpanjangan runway Bandara Bua.

“Setelah pembebasan lahan ini selesai, selanjutnya kita akan mengajukan perpanjangan runway sehingga ke depan pesawat Boeing dapat mendarat, bahkan diharapkan dapat melayani penerbangan langsung ke Jakarta,” ujarnya.

Perpanjangan landasan pacu merupakan bagian dari rencana pengembangan Bandara I Lagaligo Bua yang telah disiapkan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. Proyek tersebut ditujukan untuk meningkatkan pelayanan angkutan udara sekaligus memperkuat konektivitas wilayah Luwu Raya dan daerah sekitarnya.

Sebelumnya, kebutuhan lahan untuk pengembangan runway ditetapkan seluas sekitar 12,8 hektare yang tersebar di Desa Tanarigella dan Desa Pabbaresseng. Setelah tahapan pengadaan tanah rampung, pembangunan fisik runway direncanakan berlangsung selama 2026 hingga 2027.

Pengembangan Bandara I Lagaligo Bua diharapkan mampu meningkatkan mobilitas penumpang dan barang, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi, investasi, serta sektor pariwisata di kawasan Luwu Raya dan sekitarnya.

Share This Article