Kemarau Mulai Berdampak Serius di Luwu! Karhutla Meluas hingga Ribuan Hektare Sawah Kekurangan Air

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read

Dampak musim kemarau semakin terasa di Kabupaten Luwu. Kebakaran hutan dan lahan mulai terjadi di sejumlah wilayah, sementara sedikitnya 3.026 hektare persawahan mengalami kekurangan air hingga membuat petani menghadapi ancaman gagal panen.

Pada Sabtu (22/8/2026), kebakaran melanda kawasan perbukitan Dusun Kombong, Desa Tiromanda, Kecamatan Bua. Sekitar 10 hektare lahan terdampak dan sejumlah titik api belum dapat dijangkau karena berada di medan perbukitan.

Api yang belum sepenuhnya padam turut menghasilkan asap yang menyebar ke sejumlah permukiman. Asap terpantau mencapai Desa Tiromanda, Desa Putih hingga Desa Tanarigella, meski saat itu belum sampai menghalangi jarak pandang.

Kondisi tersebut juga memunculkan kekhawatiran terhadap aktivitas penerbangan karena lokasi kebakaran berada sekitar tujuh kilometer dari Bandara I Lagaligo Bua. Pihak bandara menyatakan belum ada dampak terhadap penerbangan saat itu, tetapi perkembangan asap tetap perlu diperhatikan.

Pada hari yang sama, kebakaran juga terjadi di Desa Kurrusumanga, Kecamatan Belopa. Sekitar satu hektare lahan dilaporkan terbakar sebelum akhirnya berhasil dipadamkan petugas bersama warga.

Ancaman kekeringan juga semakin menekan sektor pertanian. Berdasarkan pendataan sementara Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, sekitar 3.026 hektare persawahan mengalami kekurangan air. Sebagian petani kesulitan menggarap lahan, sementara tanaman padi yang sudah tumbuh menghadapi ancaman gagal panen.

Keterbatasan air tersebut semakin terasa karena sejumlah wilayah di Kabupaten Luwu juga menghadapi persoalan jaringan irigasi dengan Infrastruktur pengairan yang rusak maupun belum tersedia 

Sementara itu, penanganan mulai dilakukan melalui penyaluran 18 unit pompa air berukuran tiga inci kepada kelompok tani di wilayah terdampak. Penyaluran tersebut terpantau saat peninjauan kondisi persawahan pada Rabu (19/8/2026). Namun, masyarakat menilai bantuan tersebut masih belum cukup untuk menghadapi persoalan yang terjadi.

Dengan karhutla yang mulai terjadi dan ribuan hektare sawah mengalami kekurangan air, dampak kekeringan di Luwu semakin nyata. Masyarakat membutuhkan penanganan yang menjangkau lebih banyak wilayah, terutama pasokan air sebelum lebih banyak petani kehilangan hasil panennya dan kebakaran semakin meluas.

Share This Article