Krisis Irigasi Ancam Ratusan Hektare Sawah di Luwu, Petani Hadapi Kekeringan hingga Potensi Gagal Panen

suaraluwu@gmail.com
3 Min Read

Persoalan irigasi masih menjadi tantangan bagi petani di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu. Infrastruktur pengairan yang rusak maupun belum tersedia menyebabkan ratusan hektare sawah mengalami kekurangan air. Dampaknya, sebagian lahan tidak lagi dapat ditanami padi, sementara lahan lainnya terancam gagal panen akibat musim kemarau.

Di Desa Salusana, Kecamatan Larompong Selatan, sekitar 100 hektare sawah kehilangan pasokan air sejak Bendungan Lacippa di Desa La’loa rusak sekitar dua tahun lalu. Akibatnya, petani sudah dua musim tidak dapat menanam padi dan sebagian memilih mengalihkan lahannya menjadi kebun jagung agar tetap memperoleh penghasilan.

Sekretaris Desa Salusana, Fatah, mengatakan hasil budidaya jagung belum mampu menggantikan nilai ekonomi padi sehingga pendapatan petani ikut menurun.

“Sudah dua musim kami tidak bisa menanam padi karena air irigasi tidak mengalir. Sebagian masyarakat akhirnya menanam jagung agar tetap bisa memenuhi kebutuhan keluarga,” ujarnya, Senin (27/7/2026).

Kerusakan irigasi juga berdampak pada persawahan di Desa Kaili dan Desa Salubua, Kecamatan Suli Barat, karena saluran yang rusak akibat bencana belum diperbaiki. Bahkan di Kecamatan Bua Ponrang, sekitar 135 hektare sawah di Dusun Lumika, Kelurahan Noling, turut terancam kekeringan akibat belum tersedianya jaringan irigasi. 

Petani setempat, Jafar Sena, mengatakan luas areal persawahan terus bertambah melalui program cetak sawah sejak 2010. Namun, pembangunan jaringan irigasi belum mengikuti perkembangan tersebut sehingga petani masih bergantung pada pompa untuk mengambil air dari bendungan suplesi dengan biaya operasional yang tinggi.

“Kalau persoalan air tidak diperhatikan, jelas kami bisa gagal panen total. Yang kami butuhkan sekarang adalah saluran irigasi agar air bisa masuk ke sawah,” katanya.

Menanggapi kondisi tersebut, Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, pada Selasa (28/7/2026) mengatakan pihaknya telah meninjau sejumlah wilayah terdampak, termasuk Bua Ponrang, Balubu, dan Tallang Bulawang.

Pihaknya menyebut tengah mengupayakan bantuan pompa air dan sumur bor. Meski demikian, Islamuddin mengakui upaya tersebut belum dapat menyelamatkan seluruh tanaman padi yang kini terdampak kekeringan. Apabila terjadi gagal panen, pemerintah berencana menyalurkan bantuan benih kepada petani yang terdampak.

Warga berharap perbaikan bendungan, rehabilitasi jaringan irigasi, serta pembangunan sumber air alternatif dapat segera direalisasikan agar sawah di sejumlah wilayah Luwu kembali produktif dan persoalan kekurangan air tidak terus berulang setiap musim tanam.

Share This Article