Rumput Laut Luwu Dibidik Masuk Rantai Pasok Global, Sertifikasi Internasional Mulai Disiapkan

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read

Pembudidaya rumput laut di Kabupaten Luwu mulai dilibatkan dalam program peningkatan budi daya pada September 2026. Program ini diarahkan untuk memperbaiki praktik produksi sekaligus membuka peluang masuk ke rantai pasok global dengan produk yang tertelusur dan memenuhi standar sertifikasi internasional.

Program tersebut dijalankan perusahaan bioteknologi asal Australia, Uluu bersama mitra lokal melalui Aquaculture Improvement Program (AIP) atau Program Peningkatan Budi Daya Perairan di Luwu.

Direktur PT Onstar Pop Farm, Muhammad Irfandi Arwin, mengaku usaha yang dirintis dari fasilitas produksi sederhana di Desa Taramatekke, Kabupaten Luwu, kini mampu menjangkau pasar luar negeri berkat peningkatan kapasitas usaha dan pendampingan dari berbagai pihak.

Menurutnya, keberhasilan tersebut juga membawa manfaat bagi petani kemiri di Kabupaten Luwu. Seluruh kebutuhan bahan baku perusahaan dipasok dari masyarakat setempat sehingga meningkatnya permintaan ekspor ikut membuka peluang ekonomi bagi para petani.

Keberhasilan OSP Farm turut didukung melalui Program UMKM REWAKO Ekspor yang dijalankan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan. Pendampingan yang diberikan mencakup penguatan legalitas usaha, peningkatan kapasitas produksi, riset pasar, business matching, hingga fasilitasi promosi pada pameran internasional seperti Trade Expo Indonesia dan Anging Mammiri Business Fair.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan, Rizki Ernadi Wimanda, mengatakan proses ekspor memerlukan pendampingan yang berkelanjutan agar pelaku UMKM mampu memenuhi kebutuhan pasar internasional.

Selain memperluas akses pasar, meningkatnya permintaan dari luar negeri juga mendorong kebutuhan bahan baku kemiri dari Kabupaten Luwu. Kondisi tersebut dinilai memberi dampak ekonomi tidak hanya bagi perusahaan, tetapi juga bagi petani dan rantai usaha di daerah.

Pengiriman kedua ini terdiri atas 10,2 ton kemiri bulat (whole candlenut) menggunakan satu kontainer berukuran 20 kaki dengan nilai ekspor sekitar 33.660 dolar Amerika Serikat. Realisasi tersebut menjadi bagian dari target pengiriman 80 ton yang dijadwalkan berlangsung secara bertahap selama dua tahun.

Share This Article