Kondisi Asrama Mahasiswa Luwu di Jalan Timoho, Yogyakarta, dikeluhkan para penghuni akibat mengalami kerusakan di sejumlah bagian bangunan. Atap bocor, plafon rusak, hingga air yang masuk ke dalam ruangan saat hujan disebut mengganggu aktivitas mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut.
Salah seorang penghuni berinisial AM mengatakan kerusakan telah berlangsung cukup lama. Setiap hujan deras, air masuk dari atap yang bocor hingga membasahi pekarangan dan kamar-kamar asrama.
“Kalau hujan deras, air mengalir dari atap yang bocor hingga mengakibatkan plafon rusak dan membanjiri seluruh pekarangan sampai masuk ke dalam kamar,” ujarnya, Jumat (24/7/2026).
AM yang telah tinggal di asrama selama hampir empat tahun mengaku kondisi tersebut membuat penghuni kesulitan belajar maupun beristirahat, terutama saat musim hujan.
Keluhan serupa disampaikan Awaluddin yang sempat menginap di asrama ketika mengikuti kejuaraan karate di Yogyakarta. Menurutnya, kerusakan bangunan sudah cukup parah dan hingga kini belum terlihat adanya perbaikan.
Ketua Jaringan Nasional (Jarnas) Alumni Yogyakarta Kabupaten Luwu, Ismail Wahid, menilai bahwa asrama tersebut bukan hanya difungsikan sebagai tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi fasilitas yang kerap dimanfaatkan masyarakat Luwu saat memiliki kegiatan di Yogyakarta.
“Asrama Mahasiswa Luwu di Yogyakarta ini bukan hanya menjadi tempat tinggal mahasiswa, tetapi juga menjadi rumah bersama bagi masyarakat Luwu yang memiliki berbagai kegiatan di Yogyakarta. Banyak mahasiswa yang terbantu dengan keberadaan asrama ini,” katanya, Senin (27/7/2026).
Ia berharap Pemerintah Kabupaten Luwu dapat segera meninjau kondisi bangunan dan melakukan rehabilitasi agar asrama kembali layak digunakan.
Menanggapi hal tersebut, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu, Iksan Asaad, mengatakan hingga saat ini belum tersedia alokasi anggaran untuk rehabilitasi bangunan tersebut.
“Belum ada,” ucapnya, Selasa (28/7/2026).
Hingga berita ini dibuat, Kepala Bidang Aset DPKAD Kabupaten Luwu, Yusuf, juga belum memberikan tanggapan terkait kondisi asrama tersebut meski telah dihubungi untuk dimintai konfirmasi.


