Sudah Telan Korban Jiwa, Jembatan Gantung Pajalesang Tak Kunjung Diperbaiki dan Masih Dilintasi Anak Sekolah

Redaksi
2 Min Read

Kondisi Jembatan Gantung Pajalesang di Kecamatan Wara, Kota Palopo, masih membahayakan warga. Tujuh bulan setelah seorang warga tewas terjatuh dari jembatan tersebut, kerusakan belum diperbaiki dan akses itu masih digunakan, termasuk oleh anak sekolah.

Berdasarkan pantauan per Rabu (2/9/2026), seorang anak berinisial A (10) terlihat melintasi jembatan dengan kondisi lantai kayu yang rusak. Ia berjalan sambil memperhatikan pijakan dan mengaku sudah terbiasa melewati jalur tersebut setiap pergi dan pulang sekolah.

“Sudah terbiasa,” katanya saat ditanya mengenai aktivitasnya melintasi jembatan.

Warga setempat, Nugrah, mengatakan anak-anak sekolah hampir setiap hari menggunakan jembatan tersebut. Meski kondisinya berbahaya, akses tetap digunakan karena jalur alternatif mengharuskan warga memutar lebih jauh.

“Setiap hari anak SD lewati ini jembatan, ditutup juga tetap ji dibuka karena akses utama. Palopo ini kota loh, masa masih ada kondisi begini?” ujarnya.

Kekhawatiran warga bukan tanpa alasan. Jembatan yang sama sebelumnya telah menelan korban jiwa pada 10 Februari 2026.

Marwan (50) sebelumnya meninggal setelah terjatuh dari jembatan setinggi sekitar enam meter saat hendak menuju tempat penggilingan beras bersama istrinya. Korban disebut menginjak bagian lantai kayu yang rapuh hingga patah dan terjatuh ke sungai.

Setelah kejadian tersebut, akses jembatan sempat ditutup. Namun, warga kembali menggunakannya karena jembatan menjadi jalur penting untuk aktivitas sehari-hari dan hingga kini belum mendapat perbaikan.

Nugrah meminta kondisi tersebut segera ditangani sebelum kembali menimbulkan korban. Terlebih, anak-anak masih harus menghadapi risiko ketika menggunakan jembatan untuk menuju sekolah.

Desakan perbaikan sebelumnya juga telah disampaikan DPRD Kota Palopo. Wakil Ketua II DPRD Palopo, Alfri Jamil, pada Mei 2026 menyebut kondisi jembatan telah berulang kali disampaikan kepada dinas teknis karena tetap digunakan masyarakat meski sebelumnya menelan korban.

Ia meminta perbaikan sementara dilakukan melalui anggaran pemeliharaan agar akses tersebut lebih aman digunakan sambil menunggu penanganan lebih lanjut.

Namun, hingga awal September 2026, kondisi jembatan masih belum diperbaiki. Warga dan anak sekolah tetap melintas di atas lantai jembatan yang rusak, membuat risiko kecelakaan masih membayangi pengguna setiap hari.

Share This Article