Kekeringan mulai mengganggu pertumbuhan padi di sejumlah wilayah Kabupaten Luwu setelah musim kemarau berlangsung sekitar satu bulan. Keterbatasan pasokan air membuat tanaman padi berisiko mengalami penurunan hasil hingga gagal panen.
Salah satu petani di Desa Senga Selatan, Adi, mengatakan kekeringan telah memengaruhi pertumbuhan tanaman di sawahnya. Kondisi padi disebut mulai kerdil akibat kekurangan air.
Di tengah kondisi tersebut, penanganan dilakukan di sekitar 70 hektare lahan pertanian yang tersebar di Tampumia Radda, Balo-Balo, Kurusumanga, dan Senga Selatan.
“Sudah satu bulan ini sawah kering, padi kerdil. Kami berterima kasih karena petani masih diberi perhatian dengan adanya penyiraman ini. Setidaknya masih ada harapan kami untuk panen,” ujar Adi.
Pemenuhan kebutuhan air dilakukan dengan sejumlah cara sesuai kondisi sumber air di masing-masing wilayah. Upaya tersebut meliputi penggunaan pompa air, penyediaan sumur bor, hingga penyiraman menggunakan water truck.
Dukungan tersebut dilakukan PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Dinas Pertanian dan Dinas Sosial Kabupaten Luwu serta FORDES MATAPPA. Penyiraman menggunakan water truck dilakukan bekerja sama dengan Dinas Sosial.
Kepala Teknik Tambang MDA, Mustafa Ibrahim, mengatakan penanganan dilakukan berdasarkan kebutuhan di lapangan untuk membantu petani mempertahankan tanaman yang telah ditanam.
“Kami melihat kondisi ini perlu direspons bersama. Melalui koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Luwu dan FORDES MATAPPA, MDA berupaya memberikan dukungan sesuai kebutuhan di lapangan agar petani dapat mempertahankan tanamannya dan risiko gagal panen bisa ditekan,” ujarnya.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Luwu, Islamuddin, mengaku musim kemarau berdampak terhadap aktivitas pertanian, baik pada persawahan yang menggunakan jaringan irigasi maupun sawah tadah hujan.
Ia mengapresiasi kolaborasi yang dilakukan dalam membantu petani menghadapi
keterbatasan air selama musim kemarau.
“Kami dari Dinas Pertanian mewakili Pemerintah Kabupaten Luwu menyampaikan terima kasih atas kerja sama yang dilakukan PT Masmindo Dwi Area. Sejumlah strategi dilakukan Masmindo untuk membantu petani menghadapi musim kemarau, salah satunya dengan melakukan penyiraman sawah,” katanya.
Bantuan air difokuskan pada lahan yang mengalami keterbatasan pasokan air dengan melihat kondisi dan kebutuhan di lapangan agar dukungan dapat menjangkau lahan pertanian yang membutuhkan pasokan air. Upaya tersebut diharapkan dapat mempertahankan tanaman padi selama periode kemarau sehingga petani masih memiliki peluang untuk memasuki masa panen.


