Aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) kembali ditertibkan di sejumlah titik di Kecamatan Bajo Barat, Kabupaten Luwu, Selasa (1/9/2026). Tiga ekskavator dan sejumlah peralatan tambang ditemukan di sekitar lokasi, sementara para penambang sudah tidak berada di tempat.
Penertiban dilakukan setelah aktivitas tambang emas ilegal di kawasan tersebut menjadi keluhan masyarakat, terutama yang berlangsung di sekitar perkebunan warga hingga aliran Sungai Suso.
Saat penyisiran dilakukan, lokasi tambang ditemukan dalam keadaan kosong. Namun, sejumlah peralatan yang diduga digunakan untuk aktivitas penambangan masih berada di beberapa titik, termasuk alat berat yang ditemukan di kawasan perkebunan.
Sebanyak tiga eskavator diamankan dalam penertiban tersebut. Berdasarkan keterangan kepolisian, satu unit alat berat jenis Hitachi ditemukan di salah satu kebun warga, sementara dua unit lainnya jenis Caterpillar ditemukan di sekitar area aktivitas PETI.
Selain alat berat, delapan mesin alkom atau pompa air turut ditemukan di sejumlah lokasi. Petugas juga menemukan talang atau alat saring, karpet tambang, selang air, serta perlengkapan lain yang diduga digunakan untuk mengolah material tambang.
Sejumlah peralatan tersebut kemudian dipasangi garis polisi untuk kepentingan penanganan lebih lanjut. Operasi melibatkan ratusan personel gabungan dari kepolisian, Brimob, TNI, dan Satpol PP yang melakukan penyisiran di sejumlah titik.
Kapolres Luwu, AKBP Andrias Nurcahyo Wibowo, mengatakan penertiban merupakan tindak lanjut dari pertemuan bersama masyarakat Bajo Barat yang sebelumnya menyampaikan keresahan terhadap aktivitas PETI.
“Penggerebekan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan antara Forkopimda Kabupaten Luwu dan masyarakat setempat yang mulai resah dengan adanya aktivitas pertambangan emas secara ilegal di aliran Sungai Suso,” ujarnya.
Aktivitas PETI di Bajo Barat juga mendapat sorotan terkait dugaan dampaknya terhadap lingkungan. Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Lingkungan Hidup (Gakkum KLH) diminta untuk turun melihat kondisi di lapangan serta penanganan sesuai kewenangan.
Sejumlah warga berharap penertiban tidak berhenti pada operasi kali ini. Pemantauan terhadap bekas lokasi tambang dinilai perlu dilakukan untuk mencegah aktivitas serupa kembali berlangsung secara sembunyi-sembunyi.
“Kami berharap setelah ditertibkan tidak ada lagi aktivitas PETI. Kalau bisa lokasi-lokasi bekas tambang terus dipantau dan dipatroli supaya tidak kembali beroperasi,” kata Hajar, warga Bajo Barat.


