Dua Desa di Latimojong Gelar Simulasi Bencana, Warga Dilatih Hadapi Evakuasi Darurat

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read

Simulasi bencana di Latimojong – Warga Desa Boneposi dan Desa Tolajuk, Kecamatan Latimojong, Kabupaten Luwu, mengikuti simulasi penanganan bencana sebagai bagian dari penguatan program Desa Tangguh Bencana (Destana), Selasa (30/6/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Program Jaga Keselamatan Desa yang lahir dari aspirasi masyarakat. Tujuannya untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi potensi bencana di wilayahnya.

Program ini merupakan kelanjutan dari pengembangan Destana yang dijalankan PT Masmindo Dwi Area (MDA) bersama Universitas Cokroaminoto Palopo (UNCP). Pada tahap ini, kegiatan difokuskan pada penguatan kelembagaan dan simulasi penanganan bencana agar masyarakat lebih siap menghadapi situasi darurat. 

Dalam pelaksanaannya, kegiatan ini juga melibatkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Luwu, Dinas Sosial, Palang Merah Indonesia (PMI), pemerintah desa, Forum Desa Matappa (Fordes Matappa), serta masyarakat dari kedua desa. 

Dalam simulasi tersebut, warga tidak hanya menerima materi, tetapi juga mempraktikkan langsung berbagai tahapan penanganan keadaan darurat.

Mulai dari pembagian tugas pengurus Destana, penyusunan jalur koordinasi, penentuan titik kumpul dan lokasi pengungsian, pemasangan rambu evakuasi, hingga uji coba sistem komunikasi darurat.

Kepala Teknik Tambang PT Masmindo Dwi Area, Mustafa Ibrahim, menegaskan bahwa simulasi dilakukan agar masyarakat tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki pengalaman menghadapi situasi darurat.

Ketua Puspena UNCP, Dr. Ichwan Muis, menilai simulasi menjadi tahapan penting untuk menguji kesiapan sistem yang telah disusun di masing-masing desa.

Sementara itu, Kepala Desa Boneposi, M. Hamka, mengatakan kegiatan tersebut jadi memberi pemahaman yang lebih nyata kepada masyarakat dengan pendekatan yang tepat dan menjadi bekal berharga.

Program serupa sebelumnya telah dilaksanakan di Desa Bonelemo dan Desa Ulusalu pada 2025. Tahun ini, pelaksanaannya diperluas ke Desa Boneposi dan Desa Tolajuk, serta direncanakan akan dilanjutkan secara bertahap ke desa-desa lain di Kecamatan Latimojong sesuai hasil pemetaan risiko bencana.

Share This Article