PT Masmindo Dwi Area (MDA) diterima sebagai bagian dari Keluarga Kedatuan Luwu melalui prosesi adat Mangngolo Ri Arajang yang berlangsung pada Rabu (16/9/2026) di Langkanae, Istana Kedatuan Luwu, Kota Palopo.
Prosesi tersebut menjadi bagian dari tradisi Kedatuan Luwu yang membawa pesan penghormatan sebelum menjalankan suatu kegiatan besar di Tana Luwu. Mangngolo Ri Arajang juga dimaknai sebagai permohonan restu agar kegiatan yang akan dilaksanakan dapat berjalan dengan baik.
Penerimaan tersebut menandakan bahwa MDA telah menerima restu adat dari Kedatuan Luwu menjelang momentum First Gold Proyek Awak Mas.
Rombongan MDA yang dipimpin Direktur Utama Trisakti Simorangkir diterima Datu Luwu, Andi Maradang Mackulau, bersama Cenning Luwu, Andi Sitti Husaima, dan Dewan Adat 12 Kedatuan Luwu.
Dalam rangkaian prosesi, Datu Luwu menyematkan Pin Kedatuan dan keris kepada Trisakti Simorangkir. Sementara Direktur Human Capital dan Corporate Service MDA Muhammad Suhada menerima Pin Kedatuan yang disematkan perwakilan Dewan Adat.
Melalui Maddika Ponrang, Datu Luwu kemudian menyampaikan bahwa MDA telah diterima sebagai bagian dari Keluarga Kedatuan Luwu.
Penerimaan tersebut turut disertai pesan agar aktivitas perusahaan tetap memperhatikan nilai budaya dan kearifan lokal serta memberikan manfaat bagi masyarakat di Tana Luwu.
Datu Luwu juga menyampaikan keinginan untuk mengunjungi langsung lokasi Proyek Awak Mas pada momentum First Gold, seiring proyek tersebut menuju tahap operasi.
Direktur Utama MDA Trisakti Simorangkir mengatakan penerimaan tersebut menjadi pengingat bagi perusahaan untuk menghormati nilai dan kearifan lokal dalam menjalankan aktivitasnya di Tana Luwu.
“Bagi Masmindo, kepercayaan ini harus kami jaga dengan menjalankan kegiatan perusahaan selaras dengan nilai-nilai yang hidup di tengah masyarakat dan memastikan kehadiran kami memberikan manfaat bagi masyarakat Tana Luwu,” ujar Trisakti.
Prosesi Mangngolo Ri Arajang tersebut menjadi penanda hubungan antara Kedatuan Luwu dan MDA menjelang tahapan operasi Proyek Awak Mas, dengan penghormatan terhadap adat dan kepentingan masyarakat menjadi bagian dari pesan yang disampaikan dalam pertemuan tersebut..


