Sempat Kirim Pesan Terakhir ke Teman, Pria yang Ditemukan di Kebun Luwu Diduga Alami Tekanan Hidup 

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read
Teka-teki penemuan jasad di Bua, Luwu, mulai terungkap. Korban sempat mengirim pesan singkat terakhir kepada rekannya sebelum dilaporkan hilang sepekan. Simak informasi lengkapnya di sini.

Penyebab peristiwa penemuan jasad pria di Dusun Batu Tongkon, Desa Padang Kalua, Kecamatan Bua, Kabupaten Luwu, mulai menemukan titik terang berdasarkan dugaan awal pemeriksaan.

Kematian korban diduga akibat tindakan mengakhiri hidup yang dipicu oleh persoalan pribadi dan tekanan situasi hidup yang sedang dihadapi.

Berdasarkan temuan di lokasi kejadian serta hasil pemeriksaan awal bersama tim medis pada Senin (18/5/2026), korban diduga meninggal dunia karena gantung diri.

Pihak keluarga korban dilaporkan telah menerima kejadian ini dengan ikhlas dan memilih untuk menolak proses autopsi lebih lanjut terkait kematian tersebut.

Meski demikian, proses pelengkapan administrasi tetap berjalan, dan pihak berwenang membuka kemungkinan penyelidikan ulang jika nantinya ditemukan bukti-bukti baru.

Sebelum ditemukan meninggal dunia, korban diketahui sempat mengirimkan pesan singkat kepada seorang rekannya melalui aplikasi WhatsApp pada Selasa (12/5/2026) sekitar pukul 13.05 WITA.

Pesan pertama yang dikirimkan berisi kata “Malemo” yang dalam bahasa lokal berarti “saya pergi”, yang kemudian sempat direspons rekan korban melalui sambungan telepon singkat.

Namun, dalam panggilan telepon yang berlangsung beberapa detik tersebut, korban tidak memberikan penjelasan apa pun mengenai keberadaan atau kondisinya.

Tidak lama setelah panggilan itu, sebuah pesan teks lanjutan kembali dikirimkan oleh korban yang menyatakan bahwa dirinya pergi bukan karena persoalan utang, melainkan karena suatu cerita.

Setelah komunikasi terakhir pada Selasa siang tersebut, keberadaan korban tidak lagi dapat dilacak dan nomor telepon selulernya sudah tidak dapat dihubungi.

Pihak keluarga bersama kerabat sempat melakukan pencarian mandiri sejak Rabu (13/5/2026) di beberapa wilayah, termasuk kawasan Desa Padang Kalua hingga Kota Palopo.

Hingga akhirnya, pencarian tersebut berakhir saat korban ditemukan warga pada Minggu (17/5/2026) sore di area perkebunan dalam kondisi yang sudah memprihatinkan.

Share This Article