Dulu Ramai Dikunjungi, Kini Pantai Babana Luwu Sepi dan Fasilitasnya Rusak 

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read

Objek Wisata Pantai Mangrove Babana di Desa Temboe, Kecamatan Larompong Selatan, Kabupaten Luwu yang diresmikan pada 26 Oktober 2019 kini tampak sepi dan kurang terawat. 

Kepala Bidang Destinasi Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu, Yuni Thamrin, mengakui minimnya pembinaan dan pengawasan terhadap pengelolaan kawasan wisata tersebut dari pemerintah.

“Kami memang menyadari kurangnya pembinaan dan pengawasan terhadap wisata tersebut,” ujar Yuni pada Rabu (1/7/2026).

Destinasi yang sebelumnya ramai dikunjungi wisatawan itu terlihat mengalami kerusakan di sejumlah fasilitas dan aktivitas pengunjung pun jauh berkurang dibanding saat pertama kali dibuka.

Berdasarkan pantauan di lokasi, sejumlah gazebo dipenuhi tanaman liar dan sebagian lantainya mengalami kerusakan. Bangunan penunjang wisata tampak kosong, sementara beberapa akses menuju kawasan mangrove mulai tertutup semak belukar.

Ikon Jembatan Pelangi yang dahulu menjadi salah satu lokasi favorit pengunjung untuk menikmati pemandangan dan berfoto juga telah roboh akibat lapuk dimakan usia.

Pantai Babana dikenal sebagai kawasan muara yang mempertemukan aliran sungai dengan laut. Panorama hutan mangrove dan pesisirnya sempat menjadi daya tarik utama yang ramai dikunjungi wisatawan, terutama saat akhir pekan dan hari libur.

Seorang warga, Iwan mengatakan ramainya kunjungan wisata saat itu turut menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar. Banyak warga membuka usaha kecil dengan menjual makanan, minuman, hingga kebutuhan pengunjung.

“Dulu sangat ramai. Banyak pengunjung datang dari berbagai daerah untuk menikmati pemandangan muara, hutan mangrove, dan berfoto di Jembatan Pelangi. Warga juga banyak yang berjualan sehingga ekonomi masyarakat ikut terbantu. Sekarang sudah lama sepi karena fasilitasnya rusak dan tidak ada lagi yang mengelola,” ujarnya.

Menurut warga, kondisi tersebut membuat potensi wisata Pantai Babana belum dimanfaatkan secara optimal. Mereka berharap fasilitas yang rusak dapat diperbaiki agar kawasan wisata kembali menarik minat pengunjung.

Dengan potensi berupa kawasan muara, hutan mangrove dan panorama pesisir yang masih alami, Pantai Babana dinilai masih memiliki peluang untuk dikembangkan kembali sehingga dapat mendukung aktivitas pariwisata sekaligus menggerakkan perekonomian masyarakat sekitar.

Share This Article