Pulihkan Ekosistem Mangkasa Point, 50 Mangrove dan 200 Lamun Mulai Ditanam

Redaksi
2 Min Read

Sebanyak 50 bibit mangrove dan 200 bibit lamun ditanam di kawasan Mangkasa Point, Desa Harapan, Kecamatan Malili, Kabupaten Luwu Timur, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut dilakukan untuk mendukung rehabilitasi ekosistem pesisir dan menjaga keanekaragaman hayati.

Kegiatan tersebut digelar PT Vale Indonesia Tbk, bagian dari Mining Industry Indonesia (MIND ID), bersama Universitas Hasanuddin, Sorowako Diving Club, aktivis lingkungan, dan relawan dalam rangka memperingati Hari Konservasi Alam Nasional.

Mangrove yang ditanam merupakan jenis Avicennia atau api-api. Jenis ini memiliki sistem perakaran yang dapat membantu menahan abrasi sekaligus menyediakan habitat bagi berbagai biota pesisir.

Sementara itu, sebanyak 200 lamun jenis Enhalus acoroides ditransplantasikan ke area perairan Mangkasa Point. Ekosistem lamun berfungsi sebagai tempat mencari makan, berlindung, dan berkembang biak bagi ikan serta organisme laut lainnya.

Lamun juga memiliki kemampuan menyerap dan menyimpan karbon biru atau blue carbon, sehingga keberadaannya berperan dalam menjaga ekosistem pesisir sekaligus mitigasi perubahan iklim.

Penentuan lokasi penanaman mangrove dan transplantasi lamun dilakukan berdasarkan kajian teknis bersama Universitas Hasanuddin. Parameter lingkungan diperhitungkan untuk menentukan kesesuaian lokasi dan meningkatkan peluang keberhasilan rehabilitasi.

St. Firjatih Widhah dari Puslit Sumberdaya Alam LPPM Universitas Hasanuddin mengatakan perhatian terhadap konservasi lamun masih relatif rendah dibandingkan ekosistem pesisir lainnya, meski memiliki fungsi ekologis penting.

“Berbagai penelitian menunjukkan bahwa lamun memiliki kapasitas penyimpanan karbon yang sangat besar dan berkontribusi signifikan dalam mitigasi perubahan iklim,” ujarnya.

Menurutnya, transplantasi tersebut tidak hanya ditujukan untuk menambah luasan lamun, tetapi juga memperkuat fungsi ekologis kawasan pesisir. Pertumbuhan lamun hasil transplantasi selanjutnya menjadi bagian penting untuk melihat keberhasilan rehabilitasi.

Selain penanaman mangrove dan transplantasi lamun, kegiatan tersebut diikuti aksi bersih pantai. Para relawan turut terlibat dalam rangkaian kegiatan di kawasan Mangkasa Point.

Rehabilitasi pesisir tersebut diharapkan dapat membantu mempertahankan habitat biota, mengurangi dampak abrasi, serta memperkuat fungsi penyimpanan karbon di kawasan pesisir Luwu Timur.

Share This Article