Polemik Seleksi Kadis di Luwu, ASN Diduga Minim Penguasaan Teknologi Tapi Masuk 3 Besar

suaraluwu@gmail.com
2 Min Read
Polemik Seleksi Kadis di Luwu, ASN Diduga Minim Penguasaan Teknologi Tapi Masuk 3 Besar

Proses Seleksi Terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kabupaten Luwu menjadi perhatian publik.

Hal tersebut terjadi setelah beredarnya informasi mengenai salah satu peserta yang masuk tiga besar calon Kepala Dinas Perikanan disebut memiliki keterbatasan dalam penguasaan teknologi informasi. 

Informasi tersebut berasal dari salah seorang peserta seleksi yang juga mengikuti tahapan uji kompetensi dan assessment pada 7 Mei 2026 di UPT Penilaian Potensi dan Kompetensi. 

Menurut sumber informasi tersebut, peserta berinisial K disebut mengalami kesulitan saat mengikuti tes berbasis komputer yang menjadi bagian dari proses assessment.

“Saat tes berlangsung, yang bersangkutan terlihat meminta bantuan karena tidak bisa mengoperasikan komputer. Bahkan sempat meminta lembar jawaban manual kepada tim asesor,” ujar salah satu peserta seleksi yang enggan disebutkan identitasnya, Jumat (29/05/2026). 

Sumber yang sama juga menilai peserta tersebut belum sepenuhnya memahami substansi bidang perikanan yang berkaitan dengan jabatan yang dilamar.

Sementara itu, Plt Kepala BKPSDM Kabupaten Luwu, Muhammad Arsyad, menegaskan bahwa proses penilaian peserta sepenuhnya menjadi kewenangan tim asesor dan panitia seleksi.

“Penilaian dilakukan oleh tim asesor dan pansel. Kami tidak ikut dalam proses penentuan hasil kompetensi peserta,” katanya.

Diketahui, inisial K sebelumnya diumumkan masuk dalam tiga besar calon Kepala Dinas Perikanan berdasarkan surat Panitia Seleksi Nomor: 800/18-PANSEL/BKPSDM/V/2026.

Munculnya informasi tersebut memicu beragam tanggapan di kalangan internal ASN terkait proses seleksi jabatan yang sedang berlangsung.

Perhatian publik kemudian mengarah pada aspek objektivitas, transparansi, serta kesesuaian kompetensi peserta dengan jabatan strategis yang dilamar.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan maupun tanggapan dari peserta yang disebut dalam informasi tersebut.

Share This Article