Kehilangan Rumah, Pasangan Lansia di Bonepute Tinggal di Gubuk dan Harapkan Bantuan Pemerintah

Redaksi
3 Min Read

Pasca memperingati Kemerdekaan RI ke-81, Rabu (19/8/2026), sepasang lansia di Kelurahan Bonepute, Kabupaten Luwu, masih menghadapi persoalan tempat tinggal. Nenek Mira dan suaminya kini bertahan di sebuah gubuk sederhana di pinggir pantai.

Rumah yang sebelumnya mereka tempati selama puluhan tahun diketahui disita dan dijual untuk menyelesaikan persoalan utang yang melibatkan anak bungsu mereka. Sejak itu, keduanya tidak lagi memiliki rumah layak.

Mereka sebenarnya masih memiliki anak lain di wilayah yang sama. Nenek Mira terkadang bermalam di rumah anaknya, sementara suaminya memilih bertahan di gubuk karena khawatir keberadaan mereka justru membebani keluarga.

“Bisa saja anak saya sudah berkenan menerima kami, bagaimana dengan suaminya? Lebih baik saya menjaga diri di sini saja, daripada menyusahkan mereka,” tuturnya.

Untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, pasangan lansia tersebut masih mencari ikan menggunakan perahu rakitan sederhana. Penghasilan mereka bergantung pada hasil tangkapan dan kondisi laut.

Ketika ombak tinggi, keduanya tidak dapat melaut sehingga penghasilan ikut terhenti. Di tengah keterbatasan tersebut, barang sederhana seperti ember dan peralatan memancing milik mereka juga disebut pernah hilang dicuri.

Selama ini, Nenek Mira disebut menerima bantuan melalui Program Keluarga Harapan (PKH). Namun, bantuan tersebut belum menjawab kebutuhan utama mereka untuk memiliki tempat tinggal yang lebih aman dan layak.

Nenek Mira pun berharap Pemerintah Kabupaten Luwu dapat memberikan bantuan tempat tinggal, termasuk melalui program bedah rumah, agar dirinya dan suami tidak terus menjalani masa tua di gubuk pinggir pantai.

“Saya sangat berharap bisa mendapatkan bantuan bedah rumah dari pemerintah. Saya ingin sekali tinggal di tempat yang layak dan aman bersama suami, sebelum saya dipanggil Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Kondisi pasangan tersebut turut mendapat perhatian anggota PMR SMP Negeri 2 Larompong. Para siswa memberikan sembako, sandal, selimut, dan sarung yang dikumpulkan melalui patungan serta iuran mingguan.

Ketua PMR, Nahda, juga berharap Pemerintah Kabupaten Luwu memberikan perhatian kepada warga yang masih hidup dalam kondisi serupa.

Di balik bantuan yang mulai datang, persoalan tempat tinggal pasangan lansia tersebut belum terselesaikan. Harapan kini tertuju pada adanya bantuan pemerintah agar keduanya dapat memiliki rumah yang layak dan aman untuk menjalani masa tua.

Share This Article